TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Antrean tiket konser Lady Gaga di Senayan, Jakarta, Sabtu (10/3/2012).
Antrean tiket konser Lady Gaga di Senayan, Jakarta, Sabtu (10/3/2012).
Lady Gaga di Tribun News :
- Munarman Bantah FPI Beli 157 Tiket Lady Gaga
- Ruhut Teriak 'Jangan Anarkis'
- PPP Minta Polisi Periksa Promotor Kedatangan Lady…
- Polisi Imbau Ormas Tak Anarkis Terkait Konser Lady…
- Wah, Lady Gaga Bikin Polisi Ubah Juklak Izin Konser
- Setara: Larang Lady Gaga Berarti Pembatasan Berekspresi
- Promotor: Lady Gaga Ikut Aturan Indonesia
- Mendagri: Ormas Tak Boleh Mengancam
- Lady Gaga
- Komisi III Akan Minta Penjelasan Kapolri soal Lady…
JAKARTA, TRIBUN - Ketua
DPR Marzuki Alie mengatakan, semua pihak harus memercayakan sepenuhnya
masalah izin konser Lady Gaga kepada kepolisian. Menurut Marzuki,
kepolisian harus memutuskan dengan obyektif sesuai peraturan
perundang-undangan.
Marzuki menambahkan, jika konser itu memenuhi segala persyaratan dan tidak akan berdampak pada persoalan keamanan, kepolisian dipersilakan memberikan izin. Tentunya, kata dia, harus dikomunikasikan terlebih dulu dengan kelompok-kelompok yang menentang konser itu.
Sebaliknya, lanjut Marzuki, kepolisian seharusnya tak memberikan izin jika konser itu tak memenuhi persyaratan dan mengancam keamanan. Kepolisian juga harus menjelaskan alasan pelarangan itu.
"Jelaskan secara transparan keputusan itu kepada publik supaya tidak terjadi polemik di antara masyarakat," kata Marzuki di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (22/5/2012).
Marzuki menambahkan, tidak boleh ada organisasi masyarakat yang melakukan kekerasan, seperti membubarkan paksa jika konser jadi digelar. Seperti diketahui, Front Pembela Islam mengancam akan membubarkan paksa konser Lady Gaga jika tetap digelar.
"Kalau (konser) masih dalam batas-batas, tidak ada alasan membubarkan. Saya tidak mengamati konser musik. Saya enggak pernah perhatian dengan hal-hal begitu karena memang saya tidak terlalu suka nonton begituan. Biarkanlah orang-orang yang suka untuk menonton, yang penting tidak mengganggu yang tidak suka," tutur politisi Partai Demokrat itu. (*)
Marzuki menambahkan, jika konser itu memenuhi segala persyaratan dan tidak akan berdampak pada persoalan keamanan, kepolisian dipersilakan memberikan izin. Tentunya, kata dia, harus dikomunikasikan terlebih dulu dengan kelompok-kelompok yang menentang konser itu.
Sebaliknya, lanjut Marzuki, kepolisian seharusnya tak memberikan izin jika konser itu tak memenuhi persyaratan dan mengancam keamanan. Kepolisian juga harus menjelaskan alasan pelarangan itu.
"Jelaskan secara transparan keputusan itu kepada publik supaya tidak terjadi polemik di antara masyarakat," kata Marzuki di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (22/5/2012).
Marzuki menambahkan, tidak boleh ada organisasi masyarakat yang melakukan kekerasan, seperti membubarkan paksa jika konser jadi digelar. Seperti diketahui, Front Pembela Islam mengancam akan membubarkan paksa konser Lady Gaga jika tetap digelar.
"Kalau (konser) masih dalam batas-batas, tidak ada alasan membubarkan. Saya tidak mengamati konser musik. Saya enggak pernah perhatian dengan hal-hal begitu karena memang saya tidak terlalu suka nonton begituan. Biarkanlah orang-orang yang suka untuk menonton, yang penting tidak mengganggu yang tidak suka," tutur politisi Partai Demokrat itu. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar