Epicentrum Walk (foto: Nur Januarita Benu/Okezone)
Dalam keterangan resmi Jones lang LaSalle, Senin (21/5/2012), disebutkan bahwa performa yang positif dalam sektor ritel ini diukur berdasarkan tingginya tingkat okupansi di sejumlah proyek dan optimisme ekonomi nasional, serta tingkat konsumsi masyarakat yang juga kian tinggi. Kurang lebih angka penyerapannya telah mencapai 9.600 meter persegi (m2), lebih kurang dari triwulan sebelumnya (kuartal IV-2011) lalu, diakibatkan suplai yang terbatas.
Sejumlah mal kelas menengah ke atas, seperti Pondok Indah Mal 1 dan Mal Taman Anggrek, masih tetap diminati sejumlah produsen fesyen internasional, seperti Muji dan Waraku Holdings. Minat tersebut bertujuan untuk menyewa ruang ritel di sana. Sementara di beberapa mal atau lifestyle center lainnya, yaitu Epicentrum Walk, Gandaria Main Street dan Plaza Senayan masih diminati oleh produsen food and beverage (F & B).
Meski pada kuartal pertama ini tidak ada proyek baru yang masuk, namun suplai ke depan diprediksi masih akan banyak tersedia pada dua proyek baru yang berlokasi strategis di wilayah Kuningan, yakni Kota Kasablanka dan Ciputra World, sekira 140 ribu meter persegi (m2). Pada proyek-proyek ini angka demand (permintaan) sangat tinggi. Saat ini sisa ruang yang belum terisi hanya berkisar 4,8 persen dari keseluruhan ruang sewa yang dimiliki, sementara total ruang ritel di Jakarta yang telah diisi saat ini masih pada angka 1,3 juta m2.
Hingga tahun depan, pasar ritel masih akan berkembang, terutama pada kelas menengah. Dengan didorong gaya hidup kaum muda dan demografis produktif, yang diperkirakan akan terus mendorong para pemilik ritel, untuk memanfaatkan potensi mereka dan permintaan untuk ruang ritel pun akan terus berlanjut.
Namun, permintaan yang relatif tinggi ini pun perlu diwaspadai, karena besar kemungkinan pasar akan menghadapi keterbatasan suplai pada tahun mendatang. Karena itu, tingkat kekosongan ruang ritel sewa harus ditekan hingga minimal di bawah lima persen pada dua sampai tiga tahun ke depan.
Department store, hypermarket, dan gerai hiburan serta toko fesyen akan terus menjamur di Jakarta. Mengingat perekonomian dalam negeri yang cenderung sehat, dan akan meningkatkan pertumbuhan pasar sewa ritel dengan cepat. Nilai permodalan juga diprediksi terus meningkat tahun ini sehingga secara fundamental pasar ritel akan tetap solid mendukung pertumbuhan sektor properti lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar